Cara Bijak Untuk Mengatasi Misinformasi

Cara Bijak Untuk Mengatasi Misinformasi Di Era Digital Ini

Cara Bijak Untuk Mengatasi Misinformasi

Secara sederhana Misinformasi dapat diartikan sebagai penyalah gunaan informasi atau salah informasi. Segala informasi yang ada dikatakan salah namun banyak orang yang mempercayai dan mempersebarluaskan tanpa mencari tahu terlebih dahulu tentang kebenarannya. Meskipun berniat baik naumun tindakannya tetaplah salah.

Fake news telah banyak dipergunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang akibatnya dapat merusak profesi para jurnalis dan kredibilitas jurnalisme. Padahal pada tahun lalu, Unesco dan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyarankan agar masyarakat tidak mempercayai segala Fake News yang beredar.

Yuk Intip Cara Bijak Membenarkan Fake News

Fake News memang sangat membuat resah banyak kalangan, untuk itu perlu diadakannya kamu bisa menggunakan istilah disinformasi.

Disinformasi memiliki arti yang berbeda dengan Misinformasi pada khasus ini disinformasi penyebar informasi telah mengetahui tentang kesalahan mengenai informasi terkait. Namun oknum ini tetap menyebarluaskan berita tersebut untuk menipu, mengancam yang dapat membahayakan pihak lainnya.

Baca Juga  Zoom digital vs zoom optik, Mana Yang Lebih Baik???

Kamu juga harus mengenal istilah Malinformasi yang memiliki makna sebagai kebenaran tentang segala informasi, tetapi banyak dipergunakan untuk mengancam keberadaan seseorang maupun sekelompok masyarakat dengan identitas tertentu.

Malinformasi bisa dikategorikan sebagai hasutan untuk membuat kebencian. Hal ini biasanya banyak terjadi pada pemeluk agama minoritas atau kepada seseorang yang dikira  memiliki orientasi seksual berbeda dari yang lain.

Sementara itu dalam malinformasi, informasinya sebetulnya benar. Informasi tersebut sifatnya mengancam suatu kelompok dengan identitas tertentu yang apat menghasut untuk membenci satu sama lain.

Telah banyak korban yang terkena penipuan informasi dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan semaunya oknum tersebut tidak memikirkan terlebih dahulu resiko yang akan ditimbulkan dan siapa saja yang akan dirugikan apabila kabar tersebut dengan cepat menyebarluas.

Kenali HOAX

Misinformasi sama dengan Hoax, yang tadinya ingin memberikan sebuah kabar baik namun yang terjadi sebaliknya. Tidak hanya dikalangan masyarakat namun tidak sedikit juga kaum profesional terlibat masalah misinformasi.

Namun kamu tidak perlu khawatir, kini Google pun banyak membeberkan tentang informasi yang pasti dijamin keakuratan dan kebenarannya. Berikut Tips yang dapat kamu lakukan dan terapkan agar dapat membedakan antara informasi yang benar dan misinformasi.

1.Cari tahu sumbernya lebih lanjut

Hoax atau misinformasi tidak hanya di temukan di media sosial saja, namun banyak juga terdapat artikel yang berasal dari beberapa sumber yang asing dan belum teruji kebenarannya turut menyebarluaskan misinformasi.

Baca Juga  Zoom digital vs zoom optik, Mana Yang Lebih Baik???

Kamu harus lebih cermat dan tanggap yaitu dengan segera mengecek kebenarannya menggunakan google pencarian..

2. Cek gambar yang digunakan benar atau tidak

Seringlah melakukan perbandingan antara informasi dari berbagai situs dengan berita yang berada di pencarian google. Samakan gambar atau informasi yang kamu miliki dengan gambar yang ditemukan digoogle.

Lakukan pertimbangan seperti apakah informasi ini benar atau tidak? Dan apakah informasi ini terpercaya? Konteks pada misinformasi banyak dilakukan rekayasa sehingga banyak yang menyalah artikan antara gambar yang benar dan yang salah.

3. Lihat liputan berita atau media terpercaya

Kamu harus lebih sering melihat kabar berita dari media terpercaya yang ada. Lakukan perbandingan apabila dirasa situs dengan bahasa inggris terasa lebih sulit.

4. Tanyakan kepada pengecek fakta

kamu bisa menanyakan segala informasi yang dirasa meragukan pada pencarian Google yang telah berkolaborasi dengan berbagai media terpercaya yang bertujuan untuk membantu melakukan verifikasi mengenai informasi yang ada guna mencegah misinformasi.

 

Mari Belajar menjadi bijak dengan tidak menyalahgunakan informasi yang beredar dikalangan masyarakat.

Baca Juga  Zoom digital vs zoom optik, Mana Yang Lebih Baik???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *